Author Topic: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...  (Read 5597 times)

kristin_chan

  • MoMoD
  • Murid Senior
  • *****
  • Posts: 2921
  • Reputasi : 117
Re: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...
« Reply #30 on: August 10, 2010, 09:38:35 PM »
^ gedubrag.... Wong Fei Hung juga muslim.....
Be kind whenever possible. It's always possible!

sidhi

  • MoD Jr.
  • Murid Senior
  • *
  • Posts: 963
  • Reputasi : 56
Re: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...
« Reply #31 on: August 12, 2010, 12:02:01 AM »
^ gedubrag.... Wong Fei Hung juga muslim.....

tp kok diflimnya kok pegang dupa / hio ya..... ??? mhm.... ???
Mari kita bangun Secangkir Teh ini bersama :)

xenocross

  • Murid
  • **
  • Posts: 183
  • Reputasi : 19
    • Defending Buddhism
Re: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...
« Reply #32 on: August 12, 2010, 03:40:19 PM »
itu sudah beredar lama. Bukan hanya Tongsamcong, Wongfeihung, tapi juga raja sriwijaya Indrawarman, Napoleon, Alexander The Great, Cyrus The Great, Prabu Siliwangi, Michael Jackson, Neil Armstrong, dan masih banyak lagi, diklaim masuk Islam atau sudah Islam dll.

Bahkan Buddha juga dibilang Islam, dibilang Nabi Idris (ada yang bilang Zulkifli)
Lao Tse diklaim sebagai Nabi Luth
Konfusius tinggal tunggu giliran
Save Borobudur Now by joining the cause at Facebook: http://apps.facebook.com/causes/232860/33397484?m=6d54c0aa

St_F

  • MoD
  • Murid Senior
  • ***
  • Posts: 2339
  • Reputasi : 30
  • ~ YaOi 4Eva ~
Re: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...
« Reply #33 on: August 12, 2010, 04:15:19 PM »
katanya steff jga muslim kok...


wKkakaka

sidhi

  • MoD Jr.
  • Murid Senior
  • *
  • Posts: 963
  • Reputasi : 56
Re: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...
« Reply #34 on: August 15, 2010, 05:41:57 AM »
weleh udah back2topic ya :)

Mari kita bangun Secangkir Teh ini bersama :)

xenocross

  • Murid
  • **
  • Posts: 183
  • Reputasi : 19
    • Defending Buddhism
Re: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...
« Reply #35 on: August 18, 2010, 05:44:07 PM »
supaya anak2 ST tambah ilmu....
Untuk membuktikan bahwa Borobudur adalah candi Buddha, argumen saya akan dibagi dalam 5 poin:

1. Stupa
2. relief
3. arah relief
4. Patung
5. arsitektur
--------------------------------------

1. Stupa
adalah monumen tempat makam atau menyimpan abu yang sudah ada sejak zaman pra-Buddhis di India. Pertama kali didirikan untuk menyimpan relik Sang Buddha, stupa telah berubah fungsi menjadi simbol pikiran Buddha, simbol pencerahan tertinggi itu sendiri. Stupa telah mengalami evolusi bentuk dan desain seiring berjalannya waktu dan tempat kemana Agama Buddha tersebar. Di seluruh tempat di dunia dimana agama Buddha berkembang, Stupa didirikan oleh pengikutnya.
Bentuk dasar Stupa tidak berubah, dan kita dapat menyaksikan kemiripan bangunan-bangunan Stupa dari seluruh dunia, termasuk Stupa Borobudur.

Karena Nabi Sulaiman hidup sebelum Stupa beralih fungsi, dan berasal dari tradisi budaya yang berbeda, Stupa ini kecil kemungkinan didirikan olehnya.

1. Borobudur menyerupai mandala Buddha Tibet, cocok hitungan, bentuk, dan filosofinya
2. Stupa itu bentuknya seperti Stupa. Fungsinya juga mirip.Mari kita bahas lebih dalam soal stupa:

dari wikipedia:
Quote
Di India kuno, bangunan stupa digunakan sebagai makam, tempat menyimpan abu kalangan bangsawan atau tokoh tertentu. Di kalangan Buddha, stupa menjadi tempat menyimpan abu sang buddha sendiri. Setelah wafat lalu dikremasi, abu buddha disimpan dalam delapan stupa terpisah yang didirikan di India Utara.
Dalam perkembangannya, stupa menjadi lambang Buddhisme itu sendiri. Semasa pemerintahan Ashoka, dibangun banyak stupa untuk menanandakan kedudukan Budddha sebagai agama utama di India. Demikian pula di Asia Timur dan Asia Tenggara, stupa didirikan sebagai bukti pengakuan terhadap Buddhisme di wilayah yang bersangkutan. Bagi kita sekarang, stupa dapat menjadi petunjuk seberapa luas Buddhime tersebar di suatu wilayah.
Sebagai lambang peerjalanan sang Budddha masuk ke nirwana, bangunan terdiri atas 3 bagian, yaitu andah, yanthra, dan cakra.



Quote
ORIGIN

The word 'Stupa' is said to have been derived from the Sanskrit root 'Stu' meaning 'to worship' or 'to praise'. The Stupa developed as the nucleus of Buddhist faith and worship, but its origin cannot be regarded as Buddhist for evidence of its roots date back to c. 2000 B.C. Burial mounds containing relics were raised from earth and rock according to an age old custom that had survived from as early as Neolithic times. These burial mounds were also common during the lifetime of the Buddha and he instructed his disciples to erect them at cross-roads to commemorate great kings, sages and heroes. Naturally, after the death of the Buddha, a Stupa was to be raised in his honor, and eight of the mightiest princes fought for his ashes and bones. These relics were thus distributed to eight different kingdoms and Stupas were erected over them. During Ashoka's reign (c. 273-232 B.C.), they were redistributed and a portion is said to have been enshrined in the Great Stupa at Sanchi.

It is perhaps only in Buddhism that a particular structure has been recommended by its founder for worship and salvation, for the Stupa enables the worshiper to not only think of the Buddha as an imminent reality (by regarding the Stupa as a visual manifestation of the Buddha), but also epitomizes his enlightenment and nirvana. In this way the Buddhist Stupa transcends its predecessor, the burial mound or tumulus, by shifting the emphasis from a particular relic to a higher transcendental actuality as realized by the Buddha, i.e. the Buddha's attainment and the worshiper's goal.
http://www.history.upenn.edu/coursepages/hist086/material/sanchi.htm

Quote
There is an interesting legend behind the origin of the stupa. The ancient text 'Maha-parinibbana Sutta' tells us that it was the Buddha himself who outlined the basic design of the stupa. The story begins at Buddha's deathbed. When he realized that death was imminent, Buddha gave instructions about the disposition of his body. He said that his body should be cremated, and the relics divided up and enclosed in four different monuments. These monuments were to be erected at the following places, marking important milestones in the Buddha's spiritual journey:

1.Lumbini: The place of Buddha's birth.
2. Bodhgaya: Where the Buddha attained enlightenment under the bodhi tree.      
3. Sarnath: Where he gave his first teaching.
4. Kushinagar: Place of Buddha's death (parinirvana)

His intrigued disciples naturally asked what form this monument should take. In reply the Buddha did not say anything, but gave a practical demonstration. He took his outer yellow robe folded it in two and two until it formed a rough cube. Then he took his begging-bowl, which of course was round, turned it upside down, and put it on top of the robes. 'Make the stupa like this,' he said. Indeed till today, whatever its geographical location, the basic form of the stupa retains this elemental character.


Dhamek Stupa in Sarnath, northeastern India is the oldest Stupa in existence.


Fundamentally, a stupa is essentially made up of the following five constituents:

a). A square base
b). A hemispherical dome
c). A conical spire
d). A crescent moon
e). A circular disc


The Great Stupa at Sanchi, India,established by Ashoka the great (4th–1st century BC).


Ruwanwelisaya Chedi in the sacred city of Anuradhapura, Sri Lanka.









Mungkin orang-orang yg mendukung teori ini mengatakan hanya kebetulan saja Bangunan berbentuk seperti ini dibangun di seluruh dunia dengan desain yg mirip, oleh satu umat agama.
Mungkin mereka akan mengatakan semua bangunan ini didirikan oleh Jin, atas perintah Nabi Sulaiman

Mungkin mereka akan mengatakan Borobudur bukanlah Stupa, biarpun sangat-sangat mirip

Save Borobudur Now by joining the cause at Facebook: http://apps.facebook.com/causes/232860/33397484?m=6d54c0aa

xenocross

  • Murid
  • **
  • Posts: 183
  • Reputasi : 19
    • Defending Buddhism
Re: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...
« Reply #36 on: August 18, 2010, 05:54:01 PM »
2. Relief
Banyak sekali relief yang menggambarkan kisah hidup Siddharta Gautama atau relief yang diambil dari kitab suci Buddha. Contoh:

http://www.photodharma.net/Indonesia/05-Lalitavistara/05-Lalitavistara.htm

Siddharta meets a monk



Siddharta cuts hair


Quote
Setelah itu, dengan mempertimbangkan, “Rambut-Ku ini tidak cocok untuk seorang petapa; Aku akan memotongnya dengan pedang-Ku.” Bodhisatta, dengan pedang di tangan kanan-Nya memotong rambut-Nya dan mencengkeramnya bersama mahkota-Nya dengan tangan kiri-Nya. Rambut-Nya yang tersisa sepanjang dua jari mengeriting ke arah kanan dan menempel di kulit kepala-Nya. Sisa rambut itu tetap sepanjang dua jari hingga akhir hidup-Nya meskipun tidak pernah dipotong lagi. Janggut dan cambang-Nya juga tetap ada seumur hidup-Nya dengan panjang yang cukup untuk terlihat indah seperti rambut-Nya. Bodhisatta tidak perlu mencukur-Nya lagi.


Lalitavistara, North Wall, Panel 76,
The Bodhisattva begins Meditation in Caves with the Group of Five



Lalitavistara, North Wall, Panel 81,
The Daughters of the Village Head offer Food to the Bodhisattva



Lalitavistara, North Wall, Panel 84,
Sujata presents food to the Bodhisattva in her Home, Women Cooking on the Right



Lalitavistara, North Wall, Panel 94,
Mara and his Army attack the Bodhisattva who calls the Earth to Witness to his virtue


Quote
Màra dari Alam Dewa Vasavatti, demi kesenangannya, terus menerus mengikuti Bodhisatta selama enam tahun dukkacariya, menunggu kesempatan saat Bodhisatta berpikiran jahat (micchà vitakka) seperti nafsu-nafsu indria (kàma vitakka), dan lain-lain, namun tidak berhasil menemukan penyimpangan dari pikiran bajik di dalam diri Bodhisatta. Màra berpikir, “Sekarang, Pangeran Siddhattha telah tiba di pohon Bodhi untuk mencapai Kebuddhaan. Saat ini, Beliau berusaha menjauhkan diri dari wilayah kekuasaanku (di tiga alam manusia, dewa, dan brahmà); Aku tidak dapat mengalahkannya sehingga Beliau berkesempatan untuk melarikan diri dari tiga alam yang berada di bawah kekuasaanku.” Dengan pikiran ini, ia pergi ke Alam Dewa Vasavatti dan mengumpulkan prajurit-prajurit mara, dan memerintahkan, “O Prajurit, ubah dirimu menjadi berbagai bentuk-bentuk untuk bertempur, dan masing-masing memegang senjata yang berbeda-beda, dan cepat serang Pangeran Siddhattha seperti banjir besar.” Ia sendiri, mengikuti mereka dengan menunggangi gajah Girimekhala yang berukuran 150 yojanà dan menciptakan seribu tangan dari tubuhnya, masing-masing memegang senjata yang berbeda-beda Bala tentara Màra yang mendekati Bodhisatta berjumlah sangat besar, barisannya mencapai dua belas yojanà di depan Màra, dua belas yojanà di sebelah kanan Màra, dua belas yojanà di sebelah kiri Màra, sembilan yojanà di atas Màra, dan di belakang mencapai hingga ujung dari sepuluh ribu alam semesta. Suara-suara yang menakutkan yang mengintimidasi, teriakan-teriakan dan sorak-sorai dari pasukan Màra dapat terdengar hingga sejauh seribu yojanà, bagaikan bunyi yang berasal dari bumi yang membelah. Màra yang memegang seribu senjata dengan seribu tangannya, dan prajuritnya yang tidak terhitung banyaknya yang masing-masing memegang senjata yang berbeda-beda. Mengubah wujud mereka ke dalam bentuk yang sangat menakutkan, mendekati Bodhisatta untuk mengalahkan dan menghancurkan-Nya.


Lalitavistara, North Wall, Panel 95,
Mara sends his Daughters to entice the Bodhisattva


[QUOTEFor seven days, the Buddha sat motionless on the Throne of Enlightenment, experiencing the Bliss of Deliverance. After spending four weeks in earnest thought near the Tree of Wisdom, he spent the fifth week at the Banyan-tree. Here he was tempted by the three daughters of Mara the Evil One, namely, Craving, Discontent, and Lust. But he repulsed their advances, saying, "Begone! The exalted One has put away Lust, Ill.will, and Delusion."[/QUOTE]




Lalitavistara, East Wall, Panel 115,
The Buddha crosses the Ganges by flying through the Air


Reliefs 115 and 116.
The Buddha crosses the Ganges and arrives in Benares. Finding the river full to his banks, the Great Being asked a boatman to carry him across the river. When the boatman demanded that he pay the fare, the Tathagata elected to fly through the air from one bank of the great river to the other.
Save Borobudur Now by joining the cause at Facebook: http://apps.facebook.com/causes/232860/33397484?m=6d54c0aa

xenocross

  • Murid
  • **
  • Posts: 183
  • Reputasi : 19
    • Defending Buddhism
Re: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...
« Reply #37 on: August 18, 2010, 05:58:31 PM »
4. Patung
Dalam kesimpulannya, Ustad Fahmi Basya menyatakan bahwa Borobudur bukan candi Buddha, dan patung disana bukanlah patung Buddha. Beliau juga mengatakan bahwa Itu adalah patung Bidadara dengan Sulaiman sebagai modelnya. Patung Unfinished Buddha diklaim sebagai unfinished Solomon, yang ditinggalkan Jin ketika Sulaiman meninggal.

Untuk membuktikan hal ini, beliau menunjukkan wajah dua patung yang berbeda. Tetapi wajah yang berbeda itu sebenarnya wajar karena berasal dari dua Buddha yang berbeda. Ada sedikitnya 5 Buddha di Borobudur.

Lho, tahu darimana kita mengenai 5 Buddha itu? Hal inilah yang dahulu ditemukan oleh peneliti "Barat" itu. Mereka melihat Patung-patung ini menghadap 4 arah mata angin, dan tiap arah mempunyai sikap tangan yang berbeda. Dan ternyata cocok dengan filosofi 5 Dhyani Buddha di Mahayana Buddhism, dimana setiap Buddha mempunyai warna, posisi tangan, arah mata angin, dll yang berbeda.

Quote

1. Aksobhya Dhyani Buddha

Dengan Bhumisparsa mudra yaitu telapak tangan kiri ke atas dan diatas pangkuan, telapak tangan kanan menelungkup di atas lutut kanan, menunjukkan bumi sebagai saksi.


patungnya ada di tingkat II - V berjumlah 92 dan posisinya di timur

2. Ratnasambhava Dhyani Buddha

dengan Wara Mudra yaitu telapak tangan kiri terbuka ke atas pengkuan, telapak tangan kanan terbuka diatas lutut kanan, memberikan anugerah dan berkah.



ada di tingkat II - V, berjumlah 92 dan posisinya di selatan

3. Amitabha Dhyani Buddha

dengan Dhyana mudra yaitu telapak tangan kanan diatas telapak tangan kiri di pangkuan bermeditasi



ada di tingkat II - V, berjumlah 92 dan posisinya di barat

4. Amoghasidhi Dhyani Buddha   

dengan Abhaya Mudra yaitu telapak tangan kiri terbuka diatas pangkuan telapak tangan kanan diatas lutut kanan dengan jari-jari terbuka ke atas, ibu jari ke dalam, artinya jangan takut.



berada di tingkat II - V, berjumlah 92 dan posisinya diutara

5. Wairocana Dhyani Buddha   

dengan Witarka mudra yaitu telapak tangan kiri terbuka diatas pangkuan, telapak tangan kanan diatas lutut kanan, tiga jari : tengah, manis, dan kelingking ke atas, ibu jari dan jari telunjuk membentuk lingkaran, artinya telah menguasai tiga loka (triloka)



di tingkat VI menggunakan witarka mudra berjumlah 64 patung, ada di tengah

ada pula yang menggunakan Dharmacakra mudra

ditingkat VII, VIII dan IX dengan jumlah 72 patung

kira kira seperti ini :


jika ada yang keliru tolong dikoreksi

dan jika merujuk borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman, sejak kapankah mereka memakai mudra seperti itu dalam meditasinya?

atau saya malah mempertanyakan pernahkah mereka melakukan praktek meditasi?





darimana kita tahu nama dan bentuk sikap tangan itu?

karena bisa dicocokkan dengan Agama Buddha yang berkembang di Tibet, China, dan Asia utara, dimana aliran Mahayana mengenal 5 Dhyani Buddha, cocok dengan sikap tangan dan arah mata angin di Borobudur.
Save Borobudur Now by joining the cause at Facebook: http://apps.facebook.com/causes/232860/33397484?m=6d54c0aa

d4v3_4ever

  • Murid
  • **
  • Posts: 409
  • Reputasi : 0
  • Buddha Bless Us
    • D4v3_4ever
Re: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...
« Reply #38 on: August 26, 2010, 05:40:30 PM »
thankz guru
udh d baca semua
n T.O.P deh
ckckck
Kehidupan seperti deretan tuts piano,
Putih = Kebahagiaan
Hitam = Kesedihan
Yang telah di rancang menjadi deretan melodi yang indah,...

RLiauw

  • Pemula
  • *
  • Posts: 9
  • Reputasi : 0
Re: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...
« Reply #39 on: October 01, 2010, 11:20:51 PM »
aduh gimana sih
sulaiman dalam agama I atau solomon dalam agama K itu kan disebut dalam agama islamm dan K
nah agama K kan ada setelah buddha parinibbana..
jadi yang mana duluan dong sodara2?

agama tertua di dunia itu Hindu
lalu Buddha

jd jelas kan?

RLiauw

  • Pemula
  • *
  • Posts: 9
  • Reputasi : 0
Re: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...
« Reply #40 on: October 02, 2010, 08:09:50 AM »
aduh gimana sih
sulaiman dalam agama I atau solomon dalam agama K itu kan disebut dalam agama islamm dan K
nah agama K kan ada setelah buddha parinibbana..
jadi yang mana duluan dong sodara2?

agama tertua di dunia itu Hindu
lalu Buddha

jd jelas kan?

ralat ya.. baru ngeh ga nyambung wkwk
gw kira klaim ajaran ternyata borobudur ya..

kalo emang dibangun sulaiman, kok ada patung buddhanya? berarti sulaiman agama buddha?
logikanya berarti bukan borobudur milik islam dong tp mereka yg salah jurusan kalo nabinya aja bangun candi buddha

RLiauw

  • Pemula
  • *
  • Posts: 9
  • Reputasi : 0
Re: Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman...
« Reply #41 on: October 02, 2010, 08:10:44 AM »
aduh gimana sih
sulaiman dalam agama I atau solomon dalam agama K itu kan disebut dalam agama islamm dan K
nah agama K kan ada setelah buddha parinibbana..
jadi yang mana duluan dong sodara2?

agama tertua di dunia itu Hindu
lalu Buddha

jd jelas kan?

ralat ya.. baru ngeh ga nyambung wkwk
gw kira klaim ajaran ternyata borobudur ya..

kalo emang dibangun sulaiman, kok ada patung buddhanya? berarti sulaiman agama buddha?
logikanya berarti bukan borobudur milik islam dong tp mereka yg salah jurusan kalo nabinya aja bangun candi buddha

btw cara edit post gmn sih